This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label karya anak bangsa. Show all posts
Showing posts with label karya anak bangsa. Show all posts

Wednesday, December 21, 2011

Robot Batik Raih Emas di Olimpiade Robot Internasional 2011

Robot hemat energi bermotif batik yang dikaryakan oleh salah seorang siswa SMP Negeri 7 Kota Bandung, Azman Syah Barran berhasil menyabet medali emas pada kejuaraan “International Robotics Olimpiade:IRO” 2011 yang berlangsung di Jakarta, 15-16 Desember.
“Saya tidak menyangka menang, dan ketika panitia mengumumkan memang salah menyebutkan nama,” kata Azman kepada wartawan saat jumpa Pers di sekolahnya, Bandung, Senin.
Dalam kejuaraan itu diinformasikan oleh pembina robotica SMP Negeri 7, Eril Mozef bahwa sekolahnya mengirimkan 6 tim untuk berkompetisi pada ajang Junior dan Challenge dan dari enam tim itu semuanya berhasil memperoleh medali.
Selain mendapat emas, menurutnya, timnya pun berhasil menyabet medali perak di kategori “Energi Saving Robot” tingkat junior dan Challenge sedangkan tiga tim lainnya mendapat medali penghargaan karena masuk delapan besar.
Kemudian, ia mengatakan kemenangan yang didapat tim nya patut disyukuri, karena ia pun tidak menyangka bila anak asuhnya bisa menyabet gelar medali emas.
“Saya tidak menyangka karena pada saat kompetisi negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, China, Singapura dan Amerika Serikat pun ikut,” katanya.
Ia mengakui, persiapan dari seleksi anggota tim hingga perlombaan hanya dua minggu sehingga sangat cepat dan singkat,”jadi kami tidak menyangka bisa mendapatkan medali emas,” lanjut pria yang juga sebagai Dewan juri kompetisi Robot Cerdas Indonesia (KRCI) itu.
Ia mengatakan, juara yang didapat anak asuhnya tidak lepas karena bahan dan bentuk model robot yang sangat efisien, praktis dan ramah lingkungan. “Jadi, robot ini tidak menggunakan batre melainkan solar cell, selain itu pihak panitia pun membatasi intensitas cahaya sehingga membuat kita harus menciptakan model robot yang sangat efisien,” paparnya.
Ia menjelaskan, robot yang dibuat oleh China dan Korea lebih canggih tetapi tidak efisien energi sehingga saat dioperasikan pun tersendat-sendat.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP terkait, Nandy Supriyadi mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya. “Saya berharap prestasi ini terus ditingkatkan dan kegiatan robotika di sekolah ini memang baru tetapi dengan prestasi cemerlang ini diharapkan akan menarik banyak siswa untuk menggeluti robotika,” kata Nandy.
Atas peraihan emasnya itu, Azman pun melontarkan terima kasih pada semua pihak yang telah mendukungnya “Saya ucapkan terima kasih untuk guru, kepala sekolah, pembimbing dan rekan lainnya sehingga saya dapat medali emas ini,” tukas Azman

Tuesday, December 20, 2011

Mahasiswa Aceh Buat Software Pengawasan Hutan dan Pendokumentasian Budaya Gayo


Mahasiswa Fakultas Teknik Informatika Universitas Gajah Putih, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, berhasil membuat software pendeteksi pengawasan hutan dan pendokumentasian adat budaya Gayo.
Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan UGP Zulfikar Ahmad menyatakan, temuan tiga software tersebut akan segera diseminarkan yang akan dihadiri Dr Jonas Debian, seorang pakar Linux dari Eropa.
“Pakar Linux dari Denmark itu selama ini membantu mahasiswa FTI-UGP dalam penyempurnaan produk IT selama dua minggu,” ujarnya.
Software itu diberi nama “Pang Uten” yang merupakan alat deteksi kebakaran hutan dan penebangan liar tanpa satelit.
Software lainnya diberi nama “Lelongohen” yang merupakan aplikasi optimalisasi titik penanaman kopi untuk menghasilkan kopi dengan cita rasa terbaik.
Kemudian yang ketiga dinamai “Distro Deep-IX” yaitu sistem operasi berbasis Linux untuk mendokumentasikan adat dan budaya Gayo.
Zulfikar Ahmad menjelaskan, “Pang Uten” adalah serangkaian alat yang dihubungkan dengan program komputer untuk menjaga hutan siang dan malam.
“Alat tersebut akan segera mengirimkan informasi koordinat lokasi kejadian kebakaran atau penebangan ke pusat kendali, baik yang berada di sekitar lokasi kebakaran maupun di lokasi-lokasi yang jauh dari titik api,” jelas Zulfikar.
Sedangkan “Lelongohen” adalah program komputer yang ditanamkan padsa telepon seluler sehingga petani kopi dengan mudah tanpa harus belajar komputer atau tanpa mengakses internet, bisa mengetahui informasi cita rasa kopi yang diperoleh dari hasil penelitian Forum Kopi Aceh.
Terakhir, “Distro Deep-IX” adalah program komputer mengenai budaya Gayo yang didalamnya berisi Wikipedia tentang Gayo dan game-game tentang adat suku Gayo.
“Kita berharap alat temuan mahasiswa ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata Zulfikar.(*)

Friday, December 9, 2011

Robot penjinak bom karya anak bangsa


Urusan teknologi, Indonesia boleh jadi masih tertinggal dengan negara-negara maju. Tapi, soal semangat untuk melakukan berbagai perbaikan untuk mengejar ketinggalan, patut diacungi jempol. Seperti yang dilakukan oleh tim dari Kementerian Riset dan Teknologi yang bekerja sama dengan beberapa instansi lain.

Tim ini bekerja simultan untuk menciptakan robot produksi dalam negeri guna membantu tim penjinak bom. Robot yang kini terus dikembangkan ini punya keunikan. Robot ini dilengkapi dengan senjata untuk melumpuhkan bom sebelum meledak. Menurut Sjaeful Irwan, Kepala Bidang Program Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing Kementerian Riset dan Teknologi, senjata yang disematkan tersebut berbentuk shotgun dan menggunakan peluru kosong. Sjaeful menyebut bahwa senjata itu nantinya akan bekerja dengan melontarkan "penjinak" dengan tekanan air sehingga bom bisa dihancurkan tanpa meledak.

Dalam penciptaannya, robot ini dikembangkan oleh Kementerian Ristek yang bertugas sebagai koordinator, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) untuk membuat sistem kontrol dan artificial intelligent, Pindad untuk platform-nya serta LIPI untuk remote control dan digital signal processing-nya.

Diharap, robot ini akan benar-benar siap "turun lapangan" sekitar 1-2 tahun lagi. Kita tunggu kiprah ciptaan anak negeri ini!
sumber: http://www.andriewongso.com/artikel/aw_corner/2498/Robot_Penjinak_Bom_Karya_Anak_Bangsa/